Friday, November 15, 2013

Hubungan Asam Ribonukleat (RNA) dengan Protein

gambar rna
Asam ribonukleat (RNA) adalah mekanisme yang digunakan oleh sel untuk sintesis protein, sehingga RNA dan protein yang erat kaitannya. Penciptaan Protein adalah hasil dari transkripsi dan proses penerjemahan dilakukan oleh berbagai jenis RNA, disebut RNA transfer dan RNA. Tanpa RNA, protein tidak akan dapat dibuat dengan sel, karena RNA menghubungkan asam amino yang membentuk protein.
Instruksi cetak biru untuk pembangunan protein dan RNA yang terkandung dalam asam deoksiribonukleat sel (DNA), molekul besar dengan bentuk heliks ganda yang berada di dalam inti sel. Yang sebenarnya dari perakitan protein terjadi bukan dalam inti, tetapi dalam sitoplasma sel. Mengingat ukuran molekul DNA, tidak dapat bergerak keluar dari nukleus ke sitoplasma. Sebaliknya, RNA ada untuk membuat salinan instruksi DNA yang perlu dilakukan ke dalam sitoplasma.

DNA heliks ganda membuka ritsleting dengan bantuan enzim, memperlihatkan satu sisi sehingga dapat disalin. Hal ini memicu penciptaan molekul RNA duta yang kemudian menempel pada DNA terbuka dan mentranskripsi instruksi pembuatan protein. Para RNA duta yang mengandung petunjuk DNA kemudian bergerak keluar dari inti ke sitoplasma. Di sana, ia menarik ribosom, yang merupakan komponen sel yang berfungsi sebagai meja kerja untuk RNA dan protein.
tahap replikasi dna
tahap replikasi dna
Sedangkan pada ribosom, RNA duta diposisikan untuk menempelkan dengan molekul RNA transfer. RNA transfer adalah kunci untuk proses penerjemahan yang mengikat bersama-sama RNA dan protein, karena menarik asam amino tertentu berdasarkan rantai nukleotida yang membentuk itu. Asam amino ini melekat pada bagian atas untai RNA transfer.

RNA transfer, dengan asam amino yang terikat, langsung terhubung ke RNA duta pada ribosom. Itu ini menggunakan satu set tiga antikodon yang cocok dengan kodon terkait di RNA duta, yang menjamin bahwa RNA yang benar dan memasangkan protein yang dibuat. Setelah RNA transfer yang pertama terhubung ke RNA duta, bergerak menuruni ribosom untuk mengekspos tiga kodon berikutnya. Hal ini memungkinkan RNA transfer kedua, dengan berikatan asam amino mereka sendiri, untuk dicocokkan dengan RNA duta.
Setelah ada lebih dari satu transfer RNA terhubung ke RNA duta, dua asam amino duduk di atas setiap transfer RNA yang diposisikan bersebelahan. Asam amino kemudian menjadi terhubung melalui ikatan peptida, dan transfer RNA dilepaskan. Proses ini terus berlanjut, menciptakan rantai asam amino sampai ribosom mencapai akhir dari untai RNA duta. Yang dihasilkan rantai asam amino yang terbentuk adalah polipeptida. Saat meninggalkan ribosom, polipeptida melipat sendiri menjadi bentuk protein.

Lirik Lagu Michael Buble It's a Beautiful Day

I don’t know why
You think that you could hold me
When you can’t get by by yourself
And I don’t know who
Would ever want to tear the seam of someone’s dream
Baby, it’s fine, you said that we should just be friends
While I came up with that line and I’m sure
That it’s for the best
If you ever change your mind, don’t hold your breath

‘Cause you may not believe
That baby, I’m relieved
When you said goodbye, my whole world shines

Hey hey hey
It’s a beautiful day and I can’t stop myself from smiling
If I’m drinking, then I’m buying
And I know there’s no denying
It’s a beautiful day, the sun is up, the music’s playing
And even if it started raining
You won’t hear this boy complaining
‘Cause I’m glad that you’re the one that got away
It’s a beautiful day
It’s my turn to fly, so girls, get in line
‘Cause I’m easy, no playing this guy like a fool
Now I’m alright
Might’ve had me caged before, but not tonight
[PRE-CHORUS]
‘Cause you may not believe
That baby, I’m relieved
This fire inside, it burns too bright
I don’t want to say “so long”, I just want to say “goodbye”

Hey hey hey
It’s a beautiful day and I can’t stop myself from smiling
If I’m drinking, then I’m buying
And I know there’s no denying
It’s a beautiful day, the sun is up, the music’s playing
And even if it started raining
You won’t hear this boy complaining
‘Cause I’m glad that you’re the one who got away
‘Cause if you ever think I’ll take up
My time with thinking of our break-up
Then, you’ve got another thing coming your way
‘Cause it’s a beautiful day
Beautiful day
Oh, baby, any day that you’re gone away
It’s a beautiful day

Soal Jawab Bahasa Indonesia Kelas XI Hikayat



Cermati kutipan hikayat berikut
       Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.”
       Maka kata orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang menduakan suami! Maka tatkala engkau peristri, bukankah engkau sudah mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia.”
(Hikayat Bayan Budiman)

1. Karakteristik Melayu Klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....
A. istanasentris, dewa-dewa
B. istanasentris, kesaktian
C. kesaktian, kemustahilan
D. kemustahilan, struktur bahasa
E. kemustahilan, dewa-dewi
"Berapa hari lagi kita bertemu dengan tanah benua Keling?" Makna kata mualim, "Hai panglima kami, sehari semalam lagi berlayar, maka kita bertemu dengan sebuah pulau. Tiga hari tiga malam lagi, maka sampailah ke jajahan benua Keling. Daripada jajahan itu tujuh malam, maka sampailah ke kuala benua Keling." Maka Laksamana pun berdiam dirilah. Maka antara sehari semalam, maka kelihatanlah suatu rupa, seperti gajah kelihatan dari jauh. Maka Laksamana pun bertanya, "Hai mualim, pulau apa namanya itu?"
Maka kata mualim itu, "Hai panglima kami, itulah pulau yang bernama Biram Dewa  itu. Adapun di pulau itu tiada pernah orang singgah."
Oleh: C. Hooykaas, 1952, him. 161, Penyedar Sastera

2. Nilai kepahlawanan dalam penggalan hikayat di atas adalah ........
A . Seorang laksamana yang gagah perkasa dan suka mengarungi lautan untuk mencari
nafkah.
B . Seorang laksamana yang tangkas yang tidak takut berlayar untuk kepentingan
negaranya.
C . Seorang laksamana yang sabar berlayar dari pulau ke pulau untuk kepentingan
dirinya.
D . Seorang laksamana yang sanggup berlayar dari hari ke hari untuk mencari pulau
yang terasing.
E . Seorang laksamana yang berani berlayar untuk mencari nafkah keluarganya.

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.” 
Maka kata orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang menduakan suami! Maka tatkala engkau peristri, bukankah engkau sudah mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia.”
(Hikayat Bayan Budiman)
3.  Inti cerita Melayu Klasik tersebut adalah ....
A.  Seorang perempuan menggoda perdana menteri.
B.  Perdana menteri yang tidak mau disuap.
C.  Perdana menteri marah kepada nakhoda kapal.
D.  Hakim akan berlaku adil kepada semua orang.
E.  Seorang suami sangat setia kepada istrinya.


Cermati kutipan hikayat berikut!
Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.” Maka kata orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang menduakan suami! Maka tatkala engkau peristri, bukankah engkau sudah mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia.”
(Hikayat Bayan Budiman)

4.  Karakteristik Melayu Klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....
A.  istanasentris, dewa-dewa
B.  istanasentris, kesaktian
C.  kesaktian, kemustahilan
D.  kemustahilan, struktur bahasa
E.  kemustahilan, dewa-dewi

5. Nilai moral yang terdapat pada kutipan Melayu Klasik tersebut adalah ....
A. Kesetiaan seorang istri kepada perintah suami.
B. Perlakuan adil seorang perdana menteri.
C. Perempuan yang baik yang tidak pernah berbohong.
D. Hakim selalu tunduk kepada tradisi kerajaan.
E. Nah koda kapal yang digoda oleh perempuan nakal.